Sekali Bajak Lima Kali Tanam Lima Kali Panen Mendarat Di Tomohon
Tomohon Utara-BRMP Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya memperkenalkan teknologi baru untuk Komoditas Jagung. Teknologi Sekali Bajak Lima Kali Tanam Lima Kali Panen dalam Satu Tahun disampaikan pada Kegiatan Pendampingan Strategis Kementan di Show Window (12/12).
Kepala BRMP Sulut (Kabalai) Dr. Ir. Agussalim, MP menyampaikan teknologi tersebut pada pertemuan percepatan LTT (Luas Tambah Tanam) di Kota Tomohon untuk momen terakhir di tahun 2025.
Selain itu, Kabalai menginformasikan bahwa swasembada beras sudah tercapai. Hal tersebut akan segera diumumkan oleh Presiden Prabowo antara tanggal 30-31 Desember ini.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan tanam padi seluas satu juta hektar. Rata-rata dalam satu tahun seluas satu juta hektar akan memperoleh beras sebanyak 2, 5 juta ton.
Ketika target setiap bulannya tidak tercapai, maka di bulan-bulan berikutnya akan terdapat kegiatan impor beras. Di lain pihak, masing-masing negara berusaha menjaga stabilitas pangannya.
Pertemuan percepatan LTT kali ini, dibuka dan ditutup oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Kadis) Kota Tomohon Dr. Karel F. Lala, SP., MSi. Kadis menyampaikan bahwa Kota Tomohon sudah melakukan kebijakan percepatan LTT.
Kebijakan tersebut meliputi pengadaan berbagai bantuan penunjang budidaya tanaman pangan, baik jagung maupun padi. Bantuan tersebut diantaranya benih padi dan jagung, pupuk NPK dan Urea, dan olah tanah.
Apalagi di tahun 2025 ini, luasan penanaman jagung tertambah dengan keberadaan bantuan tersebut. Hal itu selaras dengan arahan Walikota Tomohon untuk peningkatan produktivitas.
Meskipun, terdapat beberapa hambatan penunjang percepatan LTT. Kadis menyampaikan kebutuhan wilayahnya akan keberadaan traktor, alat tanam sederhana, alat perontok, alat pengering dan gilingan.
Kepala BRMP Sulut sangat mengapresiasi kontribusi Kota Tomohon dalam percepatan LTT. Kabalai mengharapkan agar PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) bekerja maksimal di lapangan.
Pada sesi diskusi, peserta sangat antusias dalam menangkap teknologi terbaru pada komoditas jagung tersebut. Pertanyaan para peserta sangat variatif.
Pertanyaannya menyangkut pengadaan demplot teknologi, cara pemupukan antara tanam pertama dan selanjutnya, dan sampai pada pengadaan benih komposit.
Kadis menekankan kepada peserta untuk menindaklanjutinya. Kuncinya terletak pada bagaimana mau melakukannya. Selain itu, orientasi jangan fokus hanya bertanam, tetapi masuk ke arah bisnis juga.
Pertemuan diikuti peserta dari Koordinator BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), PPL, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Kepala Bidang Penyuluhan, dan Koordinator KJF (Kelompok Jabatan Fungsional).
Di sela-sela pertemuan juga dilaksanakan kegiatan serah terima buku saku. Buku-buku tersebut tentang budidaya padi sawah, budidaya padi ladang, dan budidaya jagung. Selain itu, juga dipamerkan informasi-informasi pertanian melalui banner.
Kegiatan yang berlangsung pada Hari Jumat tersebut diakhiri dengan kunjungan lapangan. Kunjungan dilaksanakan di lokasi potensi tanam padi sawah terluas untuk Desember ini, yaitu Kecamatan Tomohon Barat.
Tim BRMP Sulawesi Utara termasuk LO (Liaison Officer) Dina Sulistyo Wibowo, SP, MSc turun di lahan padi sawah, tepatnya di Kelurahan Woloan Tiga. Wilayah ini adalah salah satu penopang potensi LTT Tomohon Barat untuk Desember seluas 67 ha.
Kondisi real time di lapangan, terdapat lahan yang sudah ditanami padi dengan sistem jajar legowo 4:1. Selain itu, terdapat persemaian bibit, lahan siap ditanami, dan tenaga tanam yang sedang bertanam dengan alat penggaris sawah.
Kunjungan lapangan berjalan lancar atas pendampingan dari Koordinator KJF Rosli Osak. Selain itu, juga didampingi dari Koordinator BPP Toar Kaindeh, SP beserta ketiga PPL-nya.